Senin, 21 November 2016

Troubleshooting yang sering terjadi pada Motherboard

Troubleshooting pada Motherboard
Sering kali terjadi masalah pada motherboard yang disebabkan oleh kesalahan komponen hardware yang dipasang pada motherboard atau kerusakan pada chipset yang digunakan pada motherboard dan peralatan I/O nya.
Adapun masalah yang sering terjadi pada motherboard yaitu:
1.Komputer tidak bisa menyala atau sering disebut dengan istilah “Motherboard blank” saat tombol ON pada casing sudah ditekan tanp mengeluarkan suara apa pun. Biasanya, hal ini terjadi karena:
  • Power supply yang rusak atau kabel power supply pada motherboard diletakkan secara tidak tepat atau longgar.
  • Bios rusak atau tidak berfungsi
  • Kesalahan setting CPU clock akibat overclock pada computer.
  • Processor yang dipasang sudah rusak atau tidak cocok dengan soket motherboard yang dipakai.
  • Kipas pada processor mati.
  • Kerusakan pada chipset yang ada di motherboard.

Solulinya adalah:
  • Pastikan power supply menyala dan konektornya terpasang dengan baik pada konektor yang ada di motherboard
  • Install ulang program BIOS yang ada pada CMOS/BIOS pada motherboard.
  • Kembalikan semua setting BIOS pada default.
  • Gunakan processor yang sesuai dengan tipe motherboard yang ada.
  • Jika tidak berputar, kipas pada processor harus diganti dengan yang baru.
  • Chipset yang rusak harus diganti dengan chipset dengan merek yang sama.
  • Clear CMOS/BIOS yang berfungsi mereset dari awal semua setting BIOS, dengan mencabut “jumper reset” pada motherboard, lalu pasang kembali.

2.Komputer sering hang atau tidak bisa booting. Hal ini terjadi karena:
  • Chase memory pada motherboard rusak.
  • Setting BIOS tidak benar karena overclocking.
  • Motherboard kotor atau penuh dengan debu sehingga jalur data pada motherboard banyak yang terganggu.

Solusinya adalah:
  • Ganti IC Chase memory dengan tipe dan merek yang sama. Karena pekerjaan ini memerlukan orang professional, anda dapat memperbaiki hal ini dengan menonaktifkan fusngi cahse memory motherboard melalui setting BIOS. Namun, agar kinerja computer tidak menjadi lebih lambat, kapasitas memori utama yang ada harus ditambah (misalnya, memory yang sudah ada sebesar 256 Mb, harus ditambah lagi menjadi 512 Mb)
  • Kembalikanlah setting BIOS pada default atau dengan cara clear CMOS/BIOS.
  • Bersihkan motherboard dan kipas yang ada didalam casing dengan menggunakan kuas halus.

3.Pada saat computer booting, terdapat pesan “CMOS failure” dan “press F1 to continue”. Masalah ini disebabkan oleh baterai CMOS BIOS telah habis atau rusak. Solusinya adalah mengganti baterai CMOS BIOS yang ada di motherboard dengan yang baru.
4.Kerusakan juga sering terjadi pada konektor I/O motherboard. Kerusakan tersebut diantaranya:
  • Port LPT (printer port) rusak sehingga printer tidak dapat bekerja.
  • Port Serial (Com1 dan Com2) rusak sehingga semua peralatan yang menggunakan port ini tidak dapat berfungsi, seperti mouse model lalal dan peralatan eksternal yang menggunakan port ini.
  • Port USB rusak. Sering kali ada dugaan bahwa peralatan eksternal yang menggunakan port ini yang rusak. Misalnya USB flash, mouse dan keyboard USB, camera digital tidak terdeteksi oleh computer.

Solusinya adalah:
  • Untuk mengatasi masalah I/O port, ganti peralatan atau konektor I/O dengan yang baru. Anda dapat melakukannya sendiri dengan memasang super I/O card sebagai pengganti peralatan port I/O motherboard yang rusak dengan memasang I/O card pada slot PCI. Agar super I/O card ini dapat berfungsi pada computer, Anda harus menonaktifkan fungsi internal I/O yang ada di motherboard dengan mengubah setting disable pada BIOS menjadi disable. Motherboard akan menggunakan I/O card yang terpasang pada PCI.


PERAWATAN MOTHERBOARD
  1. Bersihkan debu dan kotoran yang menempel pada kipas dan komponen lainnya yang terdapat pada casing bagian dalam.
  2. Bersihkan motherboard dengan menggunakan kuas halus agar tidak terdapat debu yang bisa menutup jalur elektronik pada motherboard.
  3. Gunakan kipas casing yang bagus.

Langkah-langkah Konfigurasi FTP Server di Debian 7

FTP adalah singkatan dari File Transfer Protocol, protokol untuk bertukar file melalui jaringan. FTP sering digunakan untuk mendownload sebuah file dari server maupun untuk mengupload file ke sebuah server (misalnya mengupload konten-konten web ke sebuah webserver). Cara kerja protokol FTP hampir sama dengan protokol lainnya. Apabila protokol HTTP bertugas untuk urusan web, kemudian protkol SMTP bertugas dalam urusan mail, maka FTP ini bertugas untuk urusan pertukaran file. Intinya FTP adalah protokol yang bertugas dalam hal pertukaran file baik itu download ataupun upload di jaringan.
Dalam keadaan default, ftp berjalan pada port 21 dan bekerja pada protocol TCP/IP.
Dalam FTP Server, kita bisa menggunakan dua cara satu User Authentication LogIn (Password Protected) dan yang kedua Anonymous LogIn (Guest OK)
Sebenarnya ada dua aplikasi yang paling popular untuk ftp server pada distro
debian. Yaitu ProFTPd dan Vsftpd. Kali ini saya menggunakan Proftpd, karena dianggap lebih mudah dan cepat dalam konfigurasinya.

berikut langkahnya:

1. Install terlebih dahulu proftpd, dengan cara #apt-get install proftpd


2. Pilih standalonelalu Ok.

3. Edut file /etc/proftpd/proftpd.conf, dengan cara #nano /etc/proftpd/proftpd.conf.
4. Tambahkan kalimat berikut di baris paling bawah.
   <Anonymous /home/aku/>
   User aku
   </Anonymous>

5. Tambahkan user, dengan perintah #adduser aku
6. Isikan password dll.  

7. Kemudian restart agar bisa mengetahui langkah anda benar atau tidak. denagn cara #service proftpd restart

8. Cek di browser anda, dengan cara ketikkan ftp://192.168.24.2
9. Masukkan user dan password anda.

10. Jika muncul seperti ini berarti sudah berhasil.


Selesai. Selamat mencoba :)

Konfigurasi Server Linux dengan cara mudah (WEBMIN)

Sebelum melakukan installasi webmin kita perlu melakukan installasi beberapa paket dependensi yang diperlukan oleh webmin. Beberapa paket yang diperlukan adalah library SSLEAY, agar webmin dapat dijalankan menggunakan HTTP Secure (HTTPS). Untuk menginstall Ketikkan perintah :
 # apt-get install libnet-ssleay-perl libauthen-pam-perl libio-pty-perl apt-show-versions
Setelah proses installasi diatas selesai, selanjutnya silahkan ambil paket / source dari webmin melalui tautan berikut : http://www.webmin.com/download.html
Atau bisa langsung mendownload source menggunakan downloader (wget),
Apabila anda menggunakan server debian, ketikkan perintah berikut pada console server anda, untuk mendownload paket.
Setelah proses download paket diatas,telah selesai selanjutnya eksekusi dan install file tersebut menggunakan perintah berikut :
# dpkg –install webmin_1.660_all.deb
Setelah proses installasi selesai, selanjutnya akan ditampilkan notifikasi
 “Webmin Installation Complete, you can now login to https://saronde:10000 as root with your root password…………
selanjutnya silahkan masuk ke direktori client, dengan mengetikkan tautan pada URL https://saronde:10000.
Screenshot from 2013-11-27 12:39:58
Halaman Login Webmin
Screenshot from 2013-11-27 12:06:17
Halaman Index Webmin
Webmin dapat menampilkan informasi  / keterangan sistem secara detail, yang meliputi sumber daya sistem server. seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut :
Webmin - Menampilkan informasi tentang statistik sistem server
Webmin – Menampilkan informasi tentang statistik sistem server
Banyak layanan yang tersedia pada webmin, sehingga lebih mempermudah dan mempercepat konfigurasi sebuah server, dengan interface web yang mudah digunakan. Berikut adalah beberapa hasil review yang dilakukan, pada webmin.🙂 semoga bermanfaat…!!! khususnya untuk admin server.

Screenshot from 2013-11-27 12:54:28
Webmin – Konfigurasi Apache Webserver
Screenshot from 2013-11-27 12:54:57
Webmin – Konfigurasi MySQL Database
Screenshot from 2013-11-27 12:55:13
Webmin – Konfigurasi Layanan SSH
Screenshot from 2013-11-27 12:55:28
Webmin – Layanan yang pada server
Screenshot from 2013-11-27 12:56:10
Webmin – Command Shell
Screenshot from 2013-11-27 12:57:18
Webmin – Upload/Download
Screenshot from 2013-11-27 12:58:45
Webmin – Bandwidth Monitoring
Screenshot from 2013-11-27 12:59:04
Webmin – Konfigurasi Firewall (Iptables)
Screenshot from 2013-11-27 12:59:40
Webmin – Konfigurasi antarmuka Jaringan
Screenshot from 2013-11-27 13:00:08
Webmin – Konfigurasi Ip address pada interface jaringan
Screenshot from 2013-11-27 13:01:15
Webmin – Administrasi Printer Server

Solusi ini menurut saya merupakan solusi praktis bagi admin-admin yang kesulitan dalam melakukan konfigurasi sebuah server dalam waktu yang sedikit (minim), untuk melakukan konfigurasi server  tentu membutuhkan waktu yang sangat lama, untuk itu bisa menggunakan Webmin, sebagai solusi…🙂
Akan tetapi untuk teman-teman yang baru belajar konfigurasi server, seperti saya bisa menggunakan command line langsung, tanpa webmin.. dengan tujuan agar tahapan / proses dalam konfigurasi lebih mudah dipahami.
Sekian, semoga artikel / postingan kali ini bermanfaat…apabila ada kekurangan mohon koreksi dan masukkannya, agar tulisan ini bisa lebih baik lagi kedepannya.

Konfigurasi Securing Web Server (HTTPS) Di Debian 8 Serve

Pada kesempatan kali ini saya akan share bagaimana mengkonfigurasi Securing Web Server (HTTPS) di Debian 8 Server .
Sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit apa itu HTTP .

Securing Web Server(HTTPS)

HTTP adalah protokol yang digunakan oleh web server. Semua data yang dikirim menggunakan protokol tersebut tidak terenkripsi (PLAIN Text biasa). Oleh karena itu, perlu kita tambahkan protokol tambahan yang bernama SSL atau TLS. Protokol tersebut berfungsi menambal protokol HTTP, agar menjadi secure (HTTPS). OpenSSL merupakan kepanjangan dari Secure Socket Layer. Terlebih dahulu, pastikan bahwa aplikasi apache2 untuk web server sudah terinstall, jika belum ada, maka install dahulu. Lalu anda harus
menginstall paket “ssl-cert” dan “openssl” biasanya paket tersebut sudah ikut terinstall bersaamaan dengan paket apache2 , setelah terinstall anda harus melakukan tiga hal yaitu :

1.meng-import atau men-generate sebuah certificate
2.enable atau mengaktifkan apachessl support
3.mengkonfigurasi SSL options

  • Pertama anda silahkan men-generate dengan perintah :

# openssl req -new -x509 -days 365 -nodes -out /etc/apache2/apache2.pem -keyout /etc/apache2/apache2.pem

Generating a 2048 bit RSA private key
..............+++
.............................................................................+++
writing new private key to '/etc/apache2/apache2.pem'
-----
You are about to be asked to enter information that will be incorporated
into your certificate request.
What you are about to enter is what is called a Distinguished Name or a DN.
There are quite a few fields but you can leave some blank
For some fields there will be a default value,
If you enter '.', the field will be left blank.
-----
Country Name (2 letter code) [AU]:ID
State or Province Name (full name) [Some-State]:Jawa Tengah
Locality Name (eg, city) []:Demak
Organization Name (eg, company) [Internet Widgits Pty Ltd]:BLC
Organizational Unit Name (eg, section) []:
Common Name (e.g. server FQDN or YOUR name) []:server1.net
Email Address []:admin@server1.net

  • Setelah itu kedua anda harus meng-enable mode ssl dengan perintah :

#a2enmod ssl


  • SSL Seperti gambar dibawah ini lalu anda diminta untuk menrestart service apache2 silahkan anda restart dengan perintah :

#/etc/init.d/apache2 restart
  •  Kemudian  cek apakah ports 443 sudah ada dengan perintah
 #nano /etc/apache2/ports.conf

 tekan ctrl+X untuk menyimpan

  • lalu edit default apachenya
#nano /etc/apache2/sites-available/000-default.conf

Tambahkan baris atau kalimat dibawah ini di bagian paling bawah

<VirtualHost *:443>
ServerName server1.net
ServerAlias www.server1.net
SSLEngine on
SSLCertificateFile /etc/apache2/apache2.pem
</VirtualHost>


  • Jika sudah di konfigurasi tekan ctrl+x --> Y --> Enter, Kemudian restart apache dengan perintah
#/etc/init.d/apache2 restart

  • Sekarang coba buka Browser dengan mengetik alamat [https://dns anda] atau [https://ip server].
  • Kemudian Klik I Understand the Risks --> Add Exception --> Confirm Security Exception.






"Semoga Bermanfaat"

Berbagi Printer Dalam Jaringan Menggunakan Print Server Bagian 1, 2 dan 3


Berbagi Printer Dalam Jaringan Menggunakan Print Server Bagian 1


Print server adalah sebuah workstation komputer atau bisa berupa perangkat wireless  yang dijadikan central untuk mengatur semua Printer yang terhubung melalui networking. Print sever adalah salah satu perangkat yang wajib untuk kantor. Dengan adanya Print Server, Pegawai hanya perlu mencetak menggunakan satu printer untuk mencetak dokumen dalam satu ruangan. Mereka tidak perlu memindahkan data ke komputer lain karena data bisa dicetak langsung dari komputer masing-masing. Cara ini dinilai lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas kerja dan menghemat anggaran dalam jumlah yang cukup besar. Satu komputer tidak harus dilengkapi dengan satu printer karena semua komputer dalam satu ruangan hanya membutuhkan satu printer untuk mencetak. Kenyamanan kerja juga bisa ditingkatkan karena ruang kerja menjadi lebih luas. Pemilik bisnis juga lebih diuntungkan karena biaya produksi bisa ditekan dan bisa dialokasikan untuk aset lainnya. Pengeluaran yang tidak menghasilkan bukanlah sesuatu yang menarik bagi dunia bisnis karena aspek utama bisnis adalah aset. Namun, teknologi ini hanya bisa dinikmati dengan koneksi ethernet print server. Berikut tahapan setting Print server dan cara penggunaannya.

Persiapan
 
1.  1 Buah Print Server Prolink 4 Port
2.  Hub / Switch + Kabel Jaringan
3.  Beberapa Komputer dan Laptop
4.  Access Point
5.  1 Buah Printer

Cara Kerja Print Server


Tahapan Setting Print Server

1.       Masukan RG45 yang terhubung ke switch ke Port Print Server
2.       Masukan USB Printer ke Port USB Print Server
3.       Nyalakan Power Print Server
4.       Install Driver Print Server di semua Client
5.       Set IP Print Server
6.       Konfigurasi  Print Server dengan model Auto Connet di semua PC
7.       Konfigurasi  Print Server dengan model  Peer To Peer (Manual)
8.       Tes Print Server di Seluruh Client


Berbagi Printer Dalam Jaringan Menggunakan Print Server Bagian 2

Pada bagian ini kita akan membahas konfigurasi dari print Server yaitu setting IP Print Server. Tahapannya adalah sebagai berikut :

1.       Install Terlebih dahulu Driver Print Server di semua komputer
2.       Buka Browser
3.       Masukan IP Default Print Server, pada kasus ini IP Print Server telah dirubah menjadi 192.168.1.1
4.       Klik Menu Config, Selanjutnya Masukan Username = admin dan password = admin
5.       Selanjutnya Setting Print Server Seperti Tampak pada Gambar  dibawah ini

       
6.       Selanjutnya anda bisa mengeksplorasi bagian-bagian yang lainnya
7.       Simpan Hasil Konfigurasi

Berbagi Printer Dalam Jaringan Menggunakan Print Server Bagian 3 Konfigurasi Auto Connect Printer


Pada Bagian ini akan dibahas bagaimana konfigurasi Auto Connect di Print Server langkahnya adalah sebagai berikut :
1.       Jalankan Aplikasi Prolink Akan Muncul Tampilan Berikut


2.       Selanjutnya Klik Connect
3.       Kemudian Klik Menu Auto Connect Printer Seperti Terlihat Pada Gambar di bawah ini

4.       Klik Set Auto Connect Printer akan muncul kotak dialog Daftar Printer yang akan di Share pilih salah satu Printer yang akan dijadikan Print Server


5.       Selanjutnya Klik Apply hasilnya Tampak Seperti Pada gambar dibawah ini



Catatan :
Untuk Menghapus  Auto Connect Printer Klik Menu Auto Connect Printer dan Klik Delete